Pagi ini aku terbangun di jam 05.00, aku terbangun setengah sadar. Perlahan aku melihat kondisi fisik ku yang aku yakin ibuku sudah terlebih dahulu melakukan sholat tahajud. Aku bangun perlahan memaksa diri ini untuk bangun. Akhirnya aku bangun dan minum air putih, aku langsung ganti baju untuk olahraga. sebelum aku joging, aku pemansan dulu. usai pemanasan di jam 05.05 aku mulai joging dengan jarak 200 meter. Hari ini aku lagi nggak sholat karena aku lagi mens. Sudah 2 hari aku mulai rutin melakukan joging. Dimulai dari aku keluar rumah terdengar suara tetangga samping kanan rumah ku, dengan perlatan dapur dan perabot lainnya dengan motor yang sudah terpakir didepan rumah telah bersiap untuk pergi mencari nafkah sebagai penjual di kantin sekolah. Langkah kaki ku yang sudah mulai berlari perlahan, dengan kecepatan stabil mulai berlari. Suara nafas yang tadinya tenang mulai keluar masuk dengan cepat, paru-paru mulai bekerja memompa oksigen yang masuk, detak jantung yang mulai menunjukka...
Sumber Foto: https://share.google/eDdpg3P07TyqvI5Oc SEJARAH ARAB SEBELUM ISLAM: KENAPA DISEBUT ZAMAN JAHILIYAH Jika kita mendengar atau membaca zaman jahiliyah, apa yang terlintas dipikiran kita? Pasti identik dengan penduduk arab yang bodoh, kasar jauh dari ilmu pengetahuan, nggak punya tujuan hidup. Tapi, kalau memang sebodoh itu, kenapa justru Nabi Muhammad muncul dari lingkungan tersebut? Inilah poin pentingnya. Zaman jahilayah tidak berbicara mengenai kepintaran, melainkan berbicara soal arah dan tujuan hidup. Masyarakatnya tidak primitif, justru kebanyakan dari mereka adalah orang yang pandai berdagang, ahli dibidang sastra, punya sistem kepemimpinan yang rapi bahkan punya hukum adat tegas. Definisi jahiliyah sendiri disebutkan sebanyak empat kali yang tersebar dalam empat dalil Al-Qur’an yaitu Q.S Ali-Imran (3): 154, Q.S Al-Maidah (5): 50, Q.S Al-Ahzab (33): 33 dan Q.S Al-Fath (48): 26