Sumber Foto: https://share.google/eDdpg3P07TyqvI5Oc SEJARAH ARAB SEBELUM ISLAM: KENAPA DISEBUT ZAMAN JAHILIYAH Jika kita mendengar atau membaca zaman jahiliyah, apa yang terlintas dipikiran kita? Pasti identik dengan penduduk arab yang bodoh, kasar jauh dari ilmu pengetahuan, nggak punya tujuan hidup. Tapi, kalau memang sebodoh itu, kenapa justru Nabi Muhammad muncul dari lingkungan tersebut? Inilah poin pentingnya. Zaman jahilayah tidak berbicara mengenai kepintaran, melainkan berbicara soal arah dan tujuan hidup. Masyarakatnya tidak primitif, justru kebanyakan dari mereka adalah orang yang pandai berdagang, ahli dibidang sastra, punya sistem kepemimpinan yang rapi bahkan punya hukum adat tegas. Definisi jahiliyah sendiri disebutkan sebanyak empat kali yang tersebar dalam empat dalil Al-Qur’an yaitu Q.S Ali-Imran (3): 154, Q.S Al-Maidah (5): 50, Q.S Al-Ahzab (33): 33 dan Q.S Al-Fath (48): 26
Aktivitas ku hari ini dimulai dari bangun jam 02.30 pagi. Aku bangun dan segera menggosok gigi dan mencuci muka. Kemudian dilanjutkan dengan mengambil air wudhu.
Aku mulai melaksanakan sholat malam. Setelah selesai, aku melanjutkan dengan masak telur goreng untuk sahur. Ya, hari ini aku ingin membayar puasa pada bulan ramadhan di bulan lalu.
Telur sudah masak, aku mengambil nasi dan mulai makan sahur. Ketika selesai makan sahur, aku istirahat sejenak sambil membaca buku sembari menunggu adzan subuh.
Adzan subuh sudah mulai berkumandang, aku segera menggosok gigi dan mengambil air wudhu kembali. Setelah selesai wudhu, aku menunggu suara iqomah. Aku merenung "perasaan gini gini aja, kapan aku bisa seperti orang-orang ya, selalu berkecukupan?" Kemudian aku tersadar bahwa nikmat yg ada sekarang ada nikmat yg diimpikan semua orang. "Alhamdulillah, masih bisa bangun subuh, masih sehat, masih dikasih kesempatan sholat malam, masih bisa tidur nyenyak, nggak punya hutang, masih bisa makan".
Tak lama, suara iqomah sudah terdengar. Aku langsung melaksanakan sholat subuh. Setelah sholat, aku keluar rumah untuk olahraga jalan santai di sekitar rumah. Jalan santai kali ini aku tidak mengenakan alas kaki, karena aku ingin merasakan tekstur jalan.
Setapak demi setapak ku berjalan, aku merasakan rileks dibagian kaki ku. Ada perasaan senang yg hadir setiap aku berjalan. Udara yg begitu segar juga ikut mendukung perasaan ku menjadi lebih ceria. Sepanjang perjalanan, masih jarang orang disekitar gang ku yg berlalu lalang.
Sekitar 30 menit aku berjalan pagi ini, dan aku pun sudah sampai rumah. Aku mulai bersiap siap berangkat kerja.
Hari ini pencapaian ku adalah bisa datang ke kantor tepat waktu dalam keadaan cantik, bersih, rapi dan wangi sepanjang hari.
Jika membaca dengan jernih, ternyata karakter yg tergambar dari diri penulis adalah jiwa nya. Bukan ekonomi ataupun fisiknya..
ReplyDelete