Pagi ini aku terbangun di jam 05.00, aku terbangun setengah sadar. Perlahan aku melihat kondisi fisik ku yang aku yakin ibuku sudah terlebih dahulu melakukan sholat tahajud. Aku bangun perlahan memaksa diri ini untuk bangun. Akhirnya aku bangun dan minum air putih, aku langsung ganti baju untuk olahraga. sebelum aku joging, aku pemansan dulu. usai pemanasan di jam 05.05 aku mulai joging dengan jarak 200 meter. Hari ini aku lagi nggak sholat karena aku lagi mens. Sudah 2 hari aku mulai rutin melakukan joging. Dimulai dari aku keluar rumah terdengar suara tetangga samping kanan rumah ku, dengan perlatan dapur dan perabot lainnya dengan motor yang sudah terpakir didepan rumah telah bersiap untuk pergi mencari nafkah sebagai penjual di kantin sekolah. Langkah kaki ku yang sudah mulai berlari perlahan, dengan kecepatan stabil mulai berlari. Suara nafas yang tadinya tenang mulai keluar masuk dengan cepat, paru-paru mulai bekerja memompa oksigen yang masuk, detak jantung yang mulai menunjukka...
Pagi ini aku terbangun di jam 05.00, aku terbangun setengah sadar. Perlahan aku melihat kondisi fisik ku yang aku yakin ibuku sudah terlebih dahulu melakukan sholat tahajud. Aku bangun perlahan memaksa diri ini untuk bangun. Akhirnya aku bangun dan minum air putih, aku langsung ganti baju untuk olahraga. sebelum aku joging, aku pemansan dulu. usai pemanasan di jam 05.05 aku mulai joging dengan jarak 200 meter. Hari ini aku lagi nggak sholat karena aku lagi mens. Sudah 2 hari aku mulai rutin melakukan joging. Dimulai dari aku keluar rumah terdengar suara tetangga samping kanan rumah ku, dengan perlatan dapur dan perabot lainnya dengan motor yang sudah terpakir didepan rumah telah bersiap untuk pergi mencari nafkah sebagai penjual di kantin sekolah.
Langkah kaki ku yang sudah mulai berlari perlahan, dengan kecepatan stabil mulai berlari. Suara nafas yang tadinya tenang mulai keluar masuk dengan cepat, paru-paru mulai bekerja memompa oksigen yang masuk, detak jantung yang mulai menunjukkan keberadaannya hingga aku bisa mendengarnya dengan jelas. Ya tubuh ku seperti mesin yang sudah mulai bekerja sebagaimana kodrat nya. Joging aku gunakan untuk merawat tubuh yang sempurna ini dengan segala kekurangan dan kelebihnnya sebagai bentuk rasa syukur ku. Tadinya aku membenci kekurangan tubuh ini dan terjabak dalam lembah kesedihan tiada ujung. Kini aku mulai menerima kekurangan nya dan memperbaiki apa yang bisa diperbaiki tanpa mengurangi bentukannya.
Setelah aku sampai dari joging, aku istirahat dan melihat jam yang menunjukkan pukul 05.10. Aku mendinginkan tubuhku selama 30 menit. Setelah aku istirahat aku mencuci baju yang telah ku pakai semalam. Ya, setiap hari aku mencuci baju supaya tidak menumpuk. Aku tidak sanggung cuci baju yang banyak, karena itu melelahkan bagi ku. Aku mulai mengisi mesin cuci ku dengan air dan mulai memasukkan detergen. Ku putar knop pencuci lalu aku mulai memasukkan baju kotor ku, sambil menunggu mesin cuci berhenti berputar, aku lanjut untuk mandi pagi dan berkumur dengan air garam. Aku suka berkumur dengan air garam setelah sikat gigi karena mulut ku terasa bersih. Begitu selesai berkumur, mesin cuci ku berhenti dan segera aku bilas lalu memasukkan nya kedalam mesin pengering.
Sambil menunggu selesai proses pengeringan aku setrika kerudung yang akan ku pakai ke kantor pagi ini. Begitu aku selesai strika kerudung, selesai juga mesin pengering berhenti. Aku menjemur baju ku di samping rumah ku. Ku jemur baju ku di jemuran dengan tali tambang hijau yang sudah kendur dengan tiang kayu yang kering dan kalo ke senggol dikit langsung patah. Ini aja untung-untungan dia masih bisa berdiri. Habis menjemur aku langsung sarapan dengan nasi urap.
Setelah sarapan, aku mulai mengoles skincare wajah yang telah menyembuhkan wajah ini sehingga aku cantik sampai hari ini. Walaupun skincare ku tidak semahal yg lain, tapi aku senang bisa memilikinya asalkan sudah BPOM dan halal. Berkat skincare ini juga aku bisa menikmati proses penyembuhan wajah ku. Tak lupa juga aku memberikan lotion ke tubuhku serta perawatan tubuh lainnya.
Ritual perawatan tubuh ini seperti membuat ku kembali ke diriku yang nyaman, aku betah merasakan setiap detail yang ada di tubuh ini. Aku mulai memakaikan baju yang telah bersih, rapi dan kerudung sebagai sentuhan akhir, membuat tampilan pagi ini sudah siap menyambut kebaikan di hari ini.
Masih ada waktu 20 menit sebelum berangkat, aku ke dapur dan mengisi panci kecil dengan air dan meletakkaannya di atas kompor. Sambil menunggu air mendidik aku mengambil 2 sendok susu dan memasukkan ke dalam cangkir hijau emerald kecil kesayangan ku. Aku juga mengambil 2 keping kue getas (berasal dari ketan yang dicampur dengan parutan kelapa lalu digoreng dan ditabur dengan gula halus putih diatas nya setelah masak). Air sudah mulai mendidih dan kutuang dalam cangkir.
Aku duduk di ruang tamu bersama ibuku, kemudian adikku juga menyusul kedepan karena kakak pertama ku nelpon ibuku. Ya aku menikmati pecakapan yang hangat pagi ini disertai dengan canda tawa. Aku berharap suasana ini bisa aku nikmati sampai akhir hayat ku. Tiba waktunya aku untuk pergi berangkat dan tak lupa aku mencium telapak tangan ibuku sebagai bentuk permintaan doa dan restu ku
Comments
Post a Comment