Pagi ini aku terbangun di jam 05.00, aku terbangun setengah sadar. Perlahan aku melihat kondisi fisik ku yang aku yakin ibuku sudah terlebih dahulu melakukan sholat tahajud. Aku bangun perlahan memaksa diri ini untuk bangun. Akhirnya aku bangun dan minum air putih, aku langsung ganti baju untuk olahraga. sebelum aku joging, aku pemansan dulu. usai pemanasan di jam 05.05 aku mulai joging dengan jarak 200 meter. Hari ini aku lagi nggak sholat karena aku lagi mens. Sudah 2 hari aku mulai rutin melakukan joging. Dimulai dari aku keluar rumah terdengar suara tetangga samping kanan rumah ku, dengan perlatan dapur dan perabot lainnya dengan motor yang sudah terpakir didepan rumah telah bersiap untuk pergi mencari nafkah sebagai penjual di kantin sekolah. Langkah kaki ku yang sudah mulai berlari perlahan, dengan kecepatan stabil mulai berlari. Suara nafas yang tadinya tenang mulai keluar masuk dengan cepat, paru-paru mulai bekerja memompa oksigen yang masuk, detak jantung yang mulai menunjukka...
DATANG KEMARI, MARTABAK INI PATUT KAMU COBAIN
Di Indonesia, martabak populer dengan dua jenis yaitu ada martabak manis atau ada juga yang menyebutnya kue terang bulan, dan martabak telur. Martabak biasanya dimakan selagi hangat pendamping minum teh atau kopi. Khusus martabak telur, banyak juga orang yang menjadikannya teman makan nasi. Kini di daerah banyak dijual martabak mini yang harganya terjangkau masyarakat bawah.
Bahan baku membuat martabak ada dua, yaitu bahan baku untuk membuat adonan kulit dan bahan baku untuk isi martabak. Sedangkan untuk isinya, bisa menggunakan berbagai bahan, mulai dari meses, ketan hitam, kacang tanah, selai buah, susu kental manis, pisang, keju, sampai cokelat. Semua bahan ini bisa dikombinasikan sesuai keinginan.
Bahkan saat ini, sudah banyak masyarakat yang menjadikan makanan ini sebagai usaha dagang. Sehingga dengan mudah bisa kita jumpai dipinggir jalan, untuk soal rasa setiap pedagang punya kreasinya masing-masing. Kali ini, penulis punya satu langganan martabak daerah Rasau Jaya yang rasanya enak, dagingnya tebal, rasanya pas. Nggak hanya aku sebagai penulis yang berlangganan, tapi keluarga aku juga suka dengan martabak ini. Bahkan keluarga jauh kalau lagi main ke Rasau pasti beli martabak ini. Martabak manis dan martabak asin juga enak karena rasanya beda dari yang lain.
Rasa manis dari martabak manisnya, manis gula pasir bukan pemanis buatan. Karena kalau pakai pemanis buatan, pasti badan ku langsung demam akibat reaksi pemanis buatan tersebut. Untuk harga sih cukup bersahabat, sesuai lah dengan rasanya yang enak. Bagi pengunjung yang lagi liburan, melewati Rasau Jaya, boleh nih dicoba martabaknya. Lokasinya berada di depan kantor desa Rasau Jaya, buka setiap hari dari jam 5 sore sampai kurang lebih jam 10 malam.
Penulis: Hikmah Utami
Di Indonesia, martabak populer dengan dua jenis yaitu ada martabak manis atau ada juga yang menyebutnya kue terang bulan, dan martabak telur. Martabak biasanya dimakan selagi hangat pendamping minum teh atau kopi. Khusus martabak telur, banyak juga orang yang menjadikannya teman makan nasi. Kini di daerah banyak dijual martabak mini yang harganya terjangkau masyarakat bawah.
Bahan baku membuat martabak ada dua, yaitu bahan baku untuk membuat adonan kulit dan bahan baku untuk isi martabak. Sedangkan untuk isinya, bisa menggunakan berbagai bahan, mulai dari meses, ketan hitam, kacang tanah, selai buah, susu kental manis, pisang, keju, sampai cokelat. Semua bahan ini bisa dikombinasikan sesuai keinginan.
Bahkan saat ini, sudah banyak masyarakat yang menjadikan makanan ini sebagai usaha dagang. Sehingga dengan mudah bisa kita jumpai dipinggir jalan, untuk soal rasa setiap pedagang punya kreasinya masing-masing. Kali ini, penulis punya satu langganan martabak daerah Rasau Jaya yang rasanya enak, dagingnya tebal, rasanya pas. Nggak hanya aku sebagai penulis yang berlangganan, tapi keluarga aku juga suka dengan martabak ini. Bahkan keluarga jauh kalau lagi main ke Rasau pasti beli martabak ini. Martabak manis dan martabak asin juga enak karena rasanya beda dari yang lain.
Rasa manis dari martabak manisnya, manis gula pasir bukan pemanis buatan. Karena kalau pakai pemanis buatan, pasti badan ku langsung demam akibat reaksi pemanis buatan tersebut. Untuk harga sih cukup bersahabat, sesuai lah dengan rasanya yang enak. Bagi pengunjung yang lagi liburan, melewati Rasau Jaya, boleh nih dicoba martabaknya. Lokasinya berada di depan kantor desa Rasau Jaya, buka setiap hari dari jam 5 sore sampai kurang lebih jam 10 malam.
Penulis: Hikmah Utami


👍
ReplyDelete