Sumber Foto: https://share.google/eDdpg3P07TyqvI5Oc SEJARAH ARAB SEBELUM ISLAM: KENAPA DISEBUT ZAMAN JAHILIYAH Jika kita mendengar atau membaca zaman jahiliyah, apa yang terlintas dipikiran kita? Pasti identik dengan penduduk arab yang bodoh, kasar jauh dari ilmu pengetahuan, nggak punya tujuan hidup. Tapi, kalau memang sebodoh itu, kenapa justru Nabi Muhammad muncul dari lingkungan tersebut? Inilah poin pentingnya. Zaman jahilayah tidak berbicara mengenai kepintaran, melainkan berbicara soal arah dan tujuan hidup. Masyarakatnya tidak primitif, justru kebanyakan dari mereka adalah orang yang pandai berdagang, ahli dibidang sastra, punya sistem kepemimpinan yang rapi bahkan punya hukum adat tegas. Definisi jahiliyah sendiri disebutkan sebanyak empat kali yang tersebar dalam empat dalil Al-Qur’an yaitu Q.S Ali-Imran (3): 154, Q.S Al-Maidah (5): 50, Q.S Al-Ahzab (33): 33 dan Q.S Al-Fath (48): 26
Masjid Jami' Pontianak Sebagai Wisata Religi
Menggali potensi wisata Kalimantan Barat nggak akan pernah ada habisnya. Selain
wisata bahari dan wisata alam, juga terdapat wisata religi. Berbicara mengenai wisata religius, penulis berhasil mengunjungi suatu tempat yakni Masjid Jami' Pontianak atau dikenal juga dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman. Masjid ini merupakan masjid tertua di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia Masjid ini merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi pertanda berdirinya Kota Pontianak pada 1771 Masehi, selain Keraton Kadriyah. Alamatnya verada di Jl. Dalam Bugis. Pontianak Timur
Bangunan ini sepenuhnya dibuat menggunakan kayu berlian, yang ukurannya sangat besar. Masjid ini diwarnai dengan kuning dan hijau. Jika masuk kedalaman masjid, pengunjung akan merasa kembali ke zaman dulu, karena desain Interior masjid menggunakan warna coklat gelap. Serta berbagai tulisan kaligrafi turut menghiasi masjid, meski banyak berubah dan berkembang, Masjid Jami' Sultan Abdurrahman tetap menampakkan wajah lamanya.
Selain bisa keliling melihat masjid, pengunjung juga bisa menikmati aktivitas penduduk disekitar masjid. Setiap sore, tempat ini selalu ramai dengan pengunjung, anak-anak yang lagi bermain, pedagang, penduduk yang bermain kalo bahkan ketika menjelang sore, sunset disini sangat cantik. Disini juga terdapat penyewaan perahu speed boat yang bisa disewa untuk menyusuri sungai Kapuas, karena tempat ini berhadapan langsung dengan sungai Kapuas. Harga sewa speed boat berkisar 50.000 rupiah.
Penulis: Hikmah Utami
![]() |
| Masjid Sultan Syarif Abdurrahman |
wisata bahari dan wisata alam, juga terdapat wisata religi. Berbicara mengenai wisata religius, penulis berhasil mengunjungi suatu tempat yakni Masjid Jami' Pontianak atau dikenal juga dengan nama Masjid Sultan Syarif Abdurrahman. Masjid ini merupakan masjid tertua di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia Masjid ini merupakan satu dari dua bangunan yang menjadi pertanda berdirinya Kota Pontianak pada 1771 Masehi, selain Keraton Kadriyah. Alamatnya verada di Jl. Dalam Bugis. Pontianak Timur
![]() |
| Masjid Sultan Syarif Abdurrahman |
Bangunan ini sepenuhnya dibuat menggunakan kayu berlian, yang ukurannya sangat besar. Masjid ini diwarnai dengan kuning dan hijau. Jika masuk kedalaman masjid, pengunjung akan merasa kembali ke zaman dulu, karena desain Interior masjid menggunakan warna coklat gelap. Serta berbagai tulisan kaligrafi turut menghiasi masjid, meski banyak berubah dan berkembang, Masjid Jami' Sultan Abdurrahman tetap menampakkan wajah lamanya.
![]() |
| Masjid Sultan Syarif Abdurrahman |
Selain bisa keliling melihat masjid, pengunjung juga bisa menikmati aktivitas penduduk disekitar masjid. Setiap sore, tempat ini selalu ramai dengan pengunjung, anak-anak yang lagi bermain, pedagang, penduduk yang bermain kalo bahkan ketika menjelang sore, sunset disini sangat cantik. Disini juga terdapat penyewaan perahu speed boat yang bisa disewa untuk menyusuri sungai Kapuas, karena tempat ini berhadapan langsung dengan sungai Kapuas. Harga sewa speed boat berkisar 50.000 rupiah.
Penulis: Hikmah Utami



Comments
Post a Comment