Pagi ini aku terbangun di jam 05.00, aku terbangun setengah sadar. Perlahan aku melihat kondisi fisik ku yang aku yakin ibuku sudah terlebih dahulu melakukan sholat tahajud. Aku bangun perlahan memaksa diri ini untuk bangun. Akhirnya aku bangun dan minum air putih, aku langsung ganti baju untuk olahraga. sebelum aku joging, aku pemansan dulu. usai pemanasan di jam 05.05 aku mulai joging dengan jarak 200 meter. Hari ini aku lagi nggak sholat karena aku lagi mens. Sudah 2 hari aku mulai rutin melakukan joging. Dimulai dari aku keluar rumah terdengar suara tetangga samping kanan rumah ku, dengan perlatan dapur dan perabot lainnya dengan motor yang sudah terpakir didepan rumah telah bersiap untuk pergi mencari nafkah sebagai penjual di kantin sekolah. Langkah kaki ku yang sudah mulai berlari perlahan, dengan kecepatan stabil mulai berlari. Suara nafas yang tadinya tenang mulai keluar masuk dengan cepat, paru-paru mulai bekerja memompa oksigen yang masuk, detak jantung yang mulai menunjukka...
WISATA ALAM MUSIM INDAH KAPUAS HULU
Ini berawal ketika penulis mengikuti kegiatan kampus namanya Kampung Riset. Tahun ini pelaksanaannya di Kapuas Hulu. Ngomongin soal Kapuas Hulu, yang mendominasi daerah ini yaitu daratan dan perairan. Kebetulan, saat itu penulis ditempatkan di desa Sekubah selama seminggu. Kegiatan selama disana yaitu melakukan penelitian tentang sesuatu yang unik disana.
Pada Hari keempat, penulis beserta rekan diajak jalan-jalan ke sebuah air terjun sama warga. Perjalanan dari pos kami menuju tempat itu kurang lebih 30 menit menggunakan sepeda motor. Kalau dilihat secara geografis, tempat ini dikelilingi oleh banyak bukit dan jalannya juga berbukit-bukit.
Sesampainya disana, kami mulai memasuki kawasan tersebut dan sudah disambut dengan plang bertuliskan “Wisata Alam Musim Indah” yang didukung sinar matahari sore yang menyelinap disela-sela pohon. Kami menyusuri sambil melihat-lihat aktivitas yang ada di tempat ini. Ternyata daerah ini selain banyak pohon, lumut juga tumbuh subur diderah ini. Cocok digunakan untuk penelitian serta pengembangan plasma nutfah yang ada di Kalimantan Barat.
Akhirnya kami tiba di air terjun, segera kami mulai melepas alas kaki dan barang-barang kami di tepi sungai. Spontan kami langsung turun dan menyusuri tempat ini, sayangnya air terjunnya lagi surut sehingga frekunsi aliran air tidak laju. Walaupun airnya berwarna coklat tapi tetap jernih, meskipun lagi surut kita harus hati karena batunya licin dan tajam. Tak lupa kami juga berenang di dasar air terjun.
Hari semakin sore, sehingga kami harus bergegas pulang untuk menyiapkan makan malam. Lokasi tempat ini berada pada persimpangan jalan menuju ke Pasar Jongkong. Kalau Jongkong belok kiri, kawasan air terjun belok kanan. Itulah beberapa penjelasan yang bisa penulis berikan, semoga bermanfaat.
Penulis : Hikmah Utami
| Pintu gerbang |
Ini berawal ketika penulis mengikuti kegiatan kampus namanya Kampung Riset. Tahun ini pelaksanaannya di Kapuas Hulu. Ngomongin soal Kapuas Hulu, yang mendominasi daerah ini yaitu daratan dan perairan. Kebetulan, saat itu penulis ditempatkan di desa Sekubah selama seminggu. Kegiatan selama disana yaitu melakukan penelitian tentang sesuatu yang unik disana.
Pada Hari keempat, penulis beserta rekan diajak jalan-jalan ke sebuah air terjun sama warga. Perjalanan dari pos kami menuju tempat itu kurang lebih 30 menit menggunakan sepeda motor. Kalau dilihat secara geografis, tempat ini dikelilingi oleh banyak bukit dan jalannya juga berbukit-bukit.
Sesampainya disana, kami mulai memasuki kawasan tersebut dan sudah disambut dengan plang bertuliskan “Wisata Alam Musim Indah” yang didukung sinar matahari sore yang menyelinap disela-sela pohon. Kami menyusuri sambil melihat-lihat aktivitas yang ada di tempat ini. Ternyata daerah ini selain banyak pohon, lumut juga tumbuh subur diderah ini. Cocok digunakan untuk penelitian serta pengembangan plasma nutfah yang ada di Kalimantan Barat.
![]() |
| Foto (Hikmah Utami) : suasana hutan di Kapuas Hulu |
Akhirnya kami tiba di air terjun, segera kami mulai melepas alas kaki dan barang-barang kami di tepi sungai. Spontan kami langsung turun dan menyusuri tempat ini, sayangnya air terjunnya lagi surut sehingga frekunsi aliran air tidak laju. Walaupun airnya berwarna coklat tapi tetap jernih, meskipun lagi surut kita harus hati karena batunya licin dan tajam. Tak lupa kami juga berenang di dasar air terjun.
Hari semakin sore, sehingga kami harus bergegas pulang untuk menyiapkan makan malam. Lokasi tempat ini berada pada persimpangan jalan menuju ke Pasar Jongkong. Kalau Jongkong belok kiri, kawasan air terjun belok kanan. Itulah beberapa penjelasan yang bisa penulis berikan, semoga bermanfaat.
Penulis : Hikmah Utami

Comments
Post a Comment